BI Sumbar Dukung Seminar Internasional IMLF-2 SatuPena Sumbar Mei Mendatang

satupenasumbar.id – Bank Indonesia Sumatera Barat mendukung penyelenggaraan kegiatan International Minangkabau Literacy Festival kedua (IMLF-2) pada 8-12 Mei 2024 mendatang. Dukungan tersebut diberikan dengan memfasilitasi seminar internasional yang digelar pada 9 Mei 2024 di aula Bank Indonesia Sumatera Barat Jalan Jenderal Sudirman Padang.

Dukungan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Endang Kurnia Saputra pada rapat persiapan IMLF-2, Senin (17/3/2024) di ruang rapat Bank Indonesia Sumatera Barat Jalan Sudirman Padang. Rapat bersama DPD SatuPena Sumatera Barat tersebut dihadiri  Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Hendri Fauzan, Deputi Direktur BI Sumbar Irfan Sukarna, Ketua DPD SatuPena Sastri Bakry, Sekretaris DPD SatuPena Sumbar Armaidi Tanjung, Panitia IMLF-2 Zusneli Zubir dan Rahmani. Juga hadir sejumlah pejabat BI Sumbar.

Dikatakan Endang, Bank Indonesia Sumatera Barat yang melakukan inovasi perpustakaan Bank Indonesia nantinya akan mendukung kegiatan IMLF-2. “Dari berbagai kegiatan IMLF-2, Bank Indonesia Sumatera Barat akan memfasilitasi pelaksanaan seminar internasional. Baik tempat seminar di aula Bank Indonesia, konsumsi peserta, maupun seminar kit,” kata Endang Kurnia Saputra.

Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Hendri Fauzan juga menambahkan, Dinas Pariwisata Sumatera Barat juga turut memberikan dukungan. “Termasuk surat yang dibutuhkan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat dalam memfasilitasi kesuksesan IMLF-2 ini,” kata Hendri Fauzan.

Ketua DPD SatuPena Sumatera Barat Sastri Bakry menyampaikan, DPD SatuPena Sumbar  sudah sukses melaksanakan IMLF pertama pada 22-27 Februari 2023 lalu yang diikuti delegasi dari 12 negara. Brbagai kegiatan diselenggarakan seperti seminar internasional,  bazar buku (book fair), bazar kuliner (food fair), workshop kepenulisan, panggung hiburan, pembacaan puisi, pertunjukkan kesenian dan lomba lainnnya.

“Pada IMLF ke-II, salah satu seminar internasional  diselenggarakan di Padang, tepatnya di aula Bank Indonesia Sumbar pada Kamis (9/5). Yang akan tampil sebagai pembicara antara lain  Carlos Velasquez Torres dan Carlos Aguasaco (USA),  Luz Maria Lopez (Puerto Rico),  Dr. Sara Hawass (Egypt), Dr. Reshma Ramesh (India), Maria Mistrioti (Greece), Kieu Bich Hau (Vietnam),  Prof. Dr. Hashim Yaacob (Malaysia), Aminur Rahman (Bangladesh),  Wakil Gubernur Sumbar,  Kepala Bank Indonesia,  Kepala Badan Pembina dan Pengembangan Bahasa, Kepala BRIN, Prof. Gusti Asnan (Unand Padang), Wahyu Rizky Andhifani (BRIN) dan Asyhafi Mufsi Sadzali  (Universitas Indonesia),” kata Sastri Bakry.

Dikatakan Sastri, IMLF-2 ini dilaksanakan di Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Ditargetkan diikuti 200 peserta, baik dari 18 negara, maupun dari Indonesia.

Usai rapat, Sastri Bakry juga menyerahkan buku terbarunya, Bung Hatta Dan Boven Digoel, Ketika Seorang Papua Menangis Padaku, (When a Papuan Cried to Me) kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Endang Kurnia Saputra. Diakhir pertemuan, rombongan DPD SatuPena Sumatera Barat  mengunjungi Perpustakaan Bank Indonesia di lantai 1 yang didampingi penanggungjawab Perpustakaan BI Sumbar Satria. (*/r)

.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Yurnaldi – Jurnalis yang Langganan Juara Menulis

YURNALDI pada mulanya adalah penulis dan baru kemudian jadi wartawan. Sebagai  wartawan profesional dengan kompetensi wartawan utama (No ID 3823), Yurnaldi adalah Lulusan terbaik UKW

Hermawan – Berkarya hingga ke Negeri Tetangga

Hermawan, akrab dipanggil An, lahir di Jakarta 14 Desember 1961. Berlatar belakang pendidikan S1 Sastra Indonesia Universitas Bung Hatta 1986 dengan skripsi “Memahami Adam Ma’rifat

Berselimut Kekeliruan Bahasa

Oleh : Firdaus Abi Ketika memulai menjadi wartawan dulu, tahun 1992, saya sering dapatkan kalimat ini; media perusak bahasa. Darah muda dari wartawan muda saya