Oleh: Rintan Olivia (Mahasiswa Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Padang)
Kurikulum Baru dan Kesiapan yang Tidak Konsisten
Faktanya, kurikulum saat ini memiliki banyak energi: siswa diharapkan lebih mandiri, kreatif, dan mampu berpikir kritis. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa perubahan ini dilakukan terlalu cepat dan tanpa perencanaan yang memadai. Meskipun persyaratan implementasinya terus berubah, banyak pendidik masih kesulitan memahami ide-ide fundamentalnya.
Adaptasi telah sangat berhasil di beberapa sekolah, terutama di lingkungan perkotaan. Mereka memiliki akses ke pelatihan, teknologi, dan sumber daya pendidikan yang bermanfaat. Namun, para guru masih kesulitan mengadopsi teknik-teknik baru di sekolah-sekolah lain, terutama di daerah pedesaan. Guru hanya memiliki pemahaman kurikulum tentang materi tersebut dan tidak dapat menerapkannya dengan sukses di kelas karena kurangnya pelatihan praktis.
Bukti Ketimpangan yang Semakin Meningkat
Pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi, dan kreativitas siswa semuanya diwajibkan oleh kurikulum baru. Namun, mengingat betapa timpangnya fasilitas pendukung, bagaimana hal itu dapat dilaksanakan secara adil?
Meskipun beberapa sekolah sudah menggunakan platform digital untuk pembelajaran, yang lain bahkan tidak memiliki koneksi internet yang andal seperti pada perdesaan.
Kurikulum terkesan “setengah jalan” akibat ketidakseimbangan ini, bergerak maju di satu sisi sementara terhenti di sisi lainnya. Pada akhirnya, tujuan keseluruhan kurikulum tidak tercapai secara memadai.
Solusi Praktis
Pertama, pemerintah harus menyediakan lebih banyak pendampingan langsung. Alih-alih hanya webinar dari pada sekadarnya. Dengan pendampingan secara langsung, melalui observasi kelas, dan sesi praktik, banyak guru dapat memahami dengan jauh lebih baik.
Terakhir, biarkan guru berekspresi kreatif. Merekalah yang paling memahami kebutuhan anak-anak mereka. Pembelajaran menjadi jauh lebih relevan dan signifikan ketika guru diizinkan untuk memodifikasi kurikulum agar sesuai dengan situasi setempat.***

